Peletakan batu pertama pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah di Konawe Selatan, Senin (23/10/2023).

KONSEL (SULTRAAKTUAL.COM) – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) resmi memiliki Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMK di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan, Senin (23/10/2023).

Tak hanya peletakan batu pertama, di kegiatan itu dilangsungkan penandatanganan kerjasama oleh Bupati Konawe Selatan, H Surunuddin Dangga ST.l MM bersama Rektor UMK, Prof Dr Ir H Muhammad Nurdin M.Sc IPU ASEAN Eng.

Dikesempatan itu, Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga menuturkan pemerintah daerah berkomitmen mendukung peningkatan sumberdaya manusia di bidang pendidikan dan kesehatan.

Salah satunya, lanjut Surunuddin, dengan membangun kolaborasi dan program yang sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak terkait.

“Cikal bakal Universitas Muhammadiyah akan berdomisili di Konawe Selatan. Karena itu, pemerintah daerah akan selalu mensuport, baik dari izin maupun hal lain. Utamanya yang sejalan dengan program daerah dan regulasi, apalagi soal pendidikan dan kesehatan,” sambut Surunuddin Dangga dalam kegiatan yang digelar di Desa Konda I.

Bupati dua periode itu menjelaskan, semenjak menjabat tahun 2016, untuk mencari tenaga kesehatan atau dokter sangat susah di Konawe Selatan. Sehingga upaya terobosan fokus ia lakukan sampai sekarang seperti peningkatan infrastruktur kesehatan dan tenaga medis.

“Saya berharap dengan adanya pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Muhammadiyah di Konawe Selatan dapat menjadi titik pembangunan dan pengembangan sumberdaya manusia yang lebih unggul dan berkualitas demi terwujudnya desa maju konsel hebat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Prof. Muhammad Nurdin mengatakan, pembangunan wilayah pengembangan pendidikan (Education Center) di Konawe Selatan adalah titik kedua setelah Kota Kendari yang akan menampung perkembangan kota tersebut nantinya.

“Tidak salah kita katakan, Konawe Selatan Education development zone yang akan menjadi pusat destinasi para calon-calon pemimpin masa depan. Dan juga sebagai wilayah investasi dalam merawat bangsa,” kata Prof Nurdin.

Prof Nurdin menjelaskan, untuk lokasi pembangunan cukup jauh dari pemukiman masyarakat hingga akses jalan untuk masuk kedalam kampus masih belum baik. Pihaknya meminta, mendapatkan supporting dari pemerintah daerah dalam perbaikan ruas jalan yang dimaksud.

“Untuk luasan wilayah pembangunan kampus kami sudah memiliki sepuluh hektare tanah yang sebagian dari pewakaf dan sebagainya lagi kami membelinya. Pembangunan kampus ini dengan estimasi menghabiskan sekitar dua belas milyaran dan target jangka waktu pembangunan selama dua belas bulan,” jelasnya.

Prof. Nurdin juga mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas apresiasi ke Pemerintah Daerah Konawe Selatan dalam menunjang kelancaran untuk melengkapi berkas-berkas yang pihaknya butuhkan dalam rangka pembangunan kampus tersebut.

Hadir dalam peletakan Batu Azas tersebut yaitu, Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Tenggara, Badan Pembina Harian Umum Kendari, Rektor Istek Aisyiyah Kendari, Kapolsek Konda, Kepala Desa Konda I, Danramil Konda, Pimpinan dan Pihak Perbankan Muamalat dan Niaga Syariah Kendari, BSI Kendari dan pihak terkait lainnya. (RED/SAC)