Penekanan tombol elektronik oleh Pj Wali Kota Kendari sekaligus meresmikan launching aplikasi SRIKANDI.

KENDARI (SULTRAAKTUAL.COM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menjadi Kota pertama di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).

Hal tersebut dibuktikan saat Pemkot Kendari secara resmi melaunching penggunaan aplikasi SRIKANDI tersebut di aula samaturu gedung BalaiKota Kendari Kamis, 27 Juli 2023.

Aplikasi SRIKANDI tersebut dilaunching langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari H. Asmawa Tosepu, AP., M.Si. dengan ditandai penekanan tombol scan elektronik.

Asmawa Tosepu mengatakan, Pemkot Kendari secara resmi melaunching sekaligus melakukan implementasi aplikasi SRIKANDI yang merupakan amanat peraturan presiden (Perpres) nomor 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan undang undang 43 tentang kearsipan.

Pj Wali Kota saat memberikan sambutan

“Launching hari ini dijuga menandai di mulainya seluruh kegiatan persuratan dam arsip itu berbasis elektronik tentu hal ini merupakan sebuah kemajuan pemerintahan yang berbasis elektronik di Kota Kendari,” kata Asmawa Tosepu saat ditemui usai melakukan launching.

Orang nomor satu di Kota berjuluk “Kota Lulo” ini juga bilang, ketika kita berbicara tentang smart city dan berbicara tentang SPBE hal mendasar adalah bagaimana tata kelola pemerintahan menghadirkan pelayanan berbasis elektronik.

“Kegiatan kita juga ini disupport penuh oleh pemerintah pusat dalam hal ini Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Kementerian Kominfo dan juga pemerintah provinsi yang ditandai hadir langsungnya kepala dinas Perpustakaan Sultra yang merupakan bukti bahwa kita bekerja secara kolaborasi dan bersinergi,” ujar Asmawa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari saat memberikan sambutannya.

Kepala Biro Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini juga berharap Kota Kendari bisa menerapkan secara penuh penggunaan aplikasi SRIKANDI karena pelaksanaan launching kali ini dilaksanakan untuk 8 organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga pihaknya menargetkan di bulan Agustus mendatang seluruh OPD, kelurahan maupun kecamatan sudah bisa menerapkan aplikasi tersebut.

“Kemudahan akan didapatkan dengan Aplikasi SRIKANDI ini karena aplikasi ini sudsj tersertifikasi dan sudah teruji secara nasional dan juga sudah ditetapkan sebagai Aplikasi umum yang memang arahan dari Perpres 95 itu bahwa apa bila sudah ada aplikasi umum terhadap satu sektor pemerintahan maka itu wajib digunakan oleh seluruh unsur pemerintahan di Indonesia,” pungkasnya.

Asmawa juga mengklaim bahwa Kota Kendari merupakan daerah pertama di provinsi Sulawesi Tenggara yang menggunakan aplikasi SRIKANDI tersebut.

“Yang terpenting adalah kita sudah bisa mengurangi biaya biaya untuk ATK karena kita tidak butuh lagi kertas karena aplikasi tersebut sudah paperless dan tidak butuh lagi tinta sehingga anggaran tersebut bisa kita alihkan ke tempat lain,” tandas Asmawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari Drs. Fadlil Suparman menuturkan, aplikasi SRIKANDI merupakan hasil kolaborasi antara kementrian PAN RB, kementerian Kominfo maupun Arsip Nasional Republik Indonesia.

“Nah kalau untuk di daerah kita bekerja sama dengan dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari dan Alhamdulillah hari ini sudah resmi di launching oleh bapak Pj Wali Kota Kendari,” tuturnya. (ADV/RK)