Manajemen PT Virtue Dragon Nickel Indonesia (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) memperingati Hari Buruh Internasional, Senin (1/4/2023).

KONAWE (SULTRAAKTUAL.COM) – PT Virtue Dragon Nickel Indonesia (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) perusahaan asal China yang bergerak di bidang smelter nikel yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara memperingati Hari Buruh Internasional, Senin (1/5/2023).

Wakil Deputi General Manager PT OSS, Mr Wu Qian Yuan menuturkan sejak berinvestasi di Sulawesi Tenggara perusahaan berkembang dengan pesat.

Di memontum Hari Buruh Internasional, kata dia, manajemen telah melihat banyak tenaga kerja yang memiliki potensi dan berprestasi.

“Melalui Hari Buruh ini potensi karyawan akan terus kita kembangkan. Dengan potensi karyawan yang berprestasi akan mampu mendukung perkembangan perusahaan untuk lebih maju dan juga meningkatkan kesejahteraan karyawan yang lebih baik,” ungkap Mr Wu.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi Sulawesi Tenggara, LM Ali Haswandy mengungkapkan hadirnya dua perusahaan yang bergerak di bidang smelter di Sulawesi Tenggara mampu memberikan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

Haswandy mengatakan dapat dilihat dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di tahun 2019-2020 Tenaga Kerja Asing (TKA) PT VDNI mencapai 2.600 orang. Di tahun 2022 angka itu menurun menjadi 632 orang.

“Penurunan angka itu karena rekrutmen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang cukup besar,” ujar Haswandy.

Penyerapan tenaga kerja saat ini, lanjut dia, kurang lebih 26 ribu orang. Pertahun tenaga kerja di Sulawesi Tenggara bisa mencapai 3.500 orang.

“Artinya perusahaan ini bisa membantu penyerapan tenaga kerja. Ditambah upah yang diberikan diatas upah minimum provinsi. Dimana upah minimum provinsi sebanyak Rp 2,7 juta perbulan, sedangkan upah tenaga kerja kedua perusahaan ini mencapai angka Rp 3,3 juta perbulannya,” katanya.

Sehingga, kata dia, jumlah penggangguran teratasi karena VDNI dan OSS mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 28 ribuan tenaga kerja.

Begitu juga, lanjutnya, ada perputaran ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Hari buruh ini, dia berharap antara pekerja, pemerintah dan perusahaan membangun kebersamaan dalam mewujudkan dunia kerja yang harmonis.

“Saya ingin menitipkan kepada karyawan PT VDNI dan OSS di Hari Buruh ini untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja di dunia kerjanya,” harapnya.

Senada dengan itu, Ketua Serikat Buruh Karyawan PT OSS, Muh Odon mengatakan Hari Buruh ini lahir melalui jalan dan proses panjang. Serikat Buruh Karyawan PT OSS merupakan organisasi yang independen dalam membangun sinergitas karyawan bersama perusahaan.

“Kami berterimakasih kepada presiden yang mampu menekan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kami berpesan pemerintah tetap independen dalam menyikapi perburuhan di Sultra dan perusahaan. Tanpa merugikan buruh dan perusahaan. Buruh sejahtera perusahaan maju,” sambutnya.

Saat ini kata dia, pihaknya mendorong perjanjian kerja bersama antara perusahaan dan tenaga kerja.

“Jika perjanjian kerja bersama terpenuhi maka tunjangan gaji karyawan akan tertata rapi,” katanya. (RED/SAC)