H Surunuddin Dangga bersama guru usai memimpin upacara Hari Guru Nasional (HGN) ke-77 dilapangan Mbatono Konawe Selatan, Jumat (2/12). Foto : Prokompim Konawe Selatan

  • Status Guru Honor dan PPPK Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

ANDOOLO (SULTRAAKTUAL.COM) – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-77 yang dipimpin oleh Bupati Konawe Selatan, H Surunuddin Dangga ST MM di Lapangan Mbatono Ngapaaha, Jumat (2/12).

Dikesempata itu, Surunuddin membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (RI), Nadiem Anwar Makarim.

Dalam sambutannya, Surunuddin, berharap peran guru untuk memaksimalkan pembelajaran agar lebih inovatif.

“Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman,” ujar Surunuddin dihadapan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Konawe Selatan yang mengikuti upacara.

Hal ini, kata dia, didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan.

“Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah,” sambutnya.

Sebenarnya, lanjut Surunuddin, bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik,” papar orang nomor satu Konawe Selatan ini.

Saat ini pemerintah pusat kata dia, telah meluncurkan platform merdeka mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.

“Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan. bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,” jelasnya.

Dia mengatakan dalam platform merdeka mengajar guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran. dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.

“Pemerintah pusat saat ini terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya. yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan tcrobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas,” tambahnya.

Tercatat saat inisudah ada 50.000 Guru Penggerak, dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia. Saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para Guru Penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar.

Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan kita. khususnya melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiri, dan membiasakan guru melakukan refleksi. Inovasi lainnya adalah kini perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah. kampus. dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif. yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik, dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi.

Surunuddin menuturkan pemerintah pusat terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

Selain dihadiri oleh PGRI Konawe Selatan, upacara peringatan HGN juga dihadiri oleh Ketua DPRD Konawe Selatan, Irham Kalenggo S.Sos M.Si dan Wakil Bupati Konawe Selatan, Rasyid S.Sos M.Si. (RLS/SAC)