Sidang Putusan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kades Namu Kabupaten Konawe Selatan.

KONSEL (SULTRAAKTUAL.COM) – Mantan Kepala Desa (Kades) Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan divonis lima tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari.

Vonis tersebut sesuai Nomor : PR-05/P.3.17/Kph.3/02/2024 dengan agenda pembacaan Putusan Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama Yuddin
Penyalahgunaan Pengelolaan Keuangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 dan Tahun Anggaran 2019 di Desa Namu.

Yuddin divonis oleh Hakim Pengadilan Tipikor Kendari yang dipimpin Dr I Made Sukanada S.H M.H sebagai hakim Ketua.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Konawe Selatan, Maarifa SH MH menuturkan vonis mantan Kades Namu itu terhadap pekerjaan yang tidak didukung dengan bukti yang lengkap dan sah, kekurangan volume pekerjaan fisik pada kegiatan Pembangunan Jamban Keluarga T.A 2018, Pembangunan Jamban Keluarga T.A 2019
dan Pengadaan Seng Rumah Sehat untuk Fakir Miskin T.A 2019 dan adanya kegiatan/pekerjaan pengadaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

“Putusan Hakim Tipikor Kendari terhadap perkara tersebut yaitu Dakwaan yang terbukti Pasal 2 ayat (1) Jounto Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 dengan Pidana Badan 5 (Lima) tahun. Dengan enda Rp.200.000.000,” terang Maarifa.

Denda tersebut, lanjut Maarifa, subsidair dengan dua bulan kurungan serta Barang Bukti dikembalikan
kepada Pemerintah Desa Namu.

“Atas putusan tersebut sikap yang ditentukan terdakwa adalah pikir-pikir dan Jaksa Penuntut Umum adalah pikir-pikir untuk mengajukan banding,” katanya.

Melalui sidang pembacaan putusan itu, majelis hakim memberikan waktu 7(tujuh) hari bagi masing-masing pihak untuk
menentukan sikapnya.

“Apabila sudah melebihi batas waktu yang telah ditentukan, masing-masing pihak dianggap
menerima putusan majelis hakim PN Tipikor Kendari,” tambah Maarifa. (RED/SAC)