Jajaran Komisioner KPU Konawe Selatan dan Bawaslu memberikan klarifikasi pada Ketua Partai Buruh Konawe Selatan, Andi Razak, Senin dinihari (15/5/2024).

KONSEL (SULTRAAKTUAL.COM) – Dua partai politik di Kabupaten Konawe Selatan dianggap tidak mendaftarkan bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) pada tahapan pendaftaran Bacaleg yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak 1 Mei hingga 14 Mei 2023.

Kedua Partai tersebut yakni Partai Gelora dan Partai Buruh. Partai Gelora hingga batas waktu pendaftaran 14 Mei Pukul 23.59 waktu setempat tidak terlihat pengurusnya mengantarkan Bacaleg di Kantor KPU Konawe Selatan.

Sementara, Partai Buruh datang diwaktu injury time pendaftaran. Sayangnya, ajuan pendaftaran Bacaleg Partai Buruh Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON) KPU RI terkunci secara otomatis.

Kejadian tersebut dijelaskan oleh Ketua KPU Konawe Selatan, Aliudin S.Ip didampingi para komisioner dan Komisioner Bawaslu dihadapan Ketua Partai Buruh, Andi Rasak.

Aliudin menjelaskan KPU telah membuka tahapan pendaftaran sejak 1 Mei hingga 14 Mei Pukul 23.59 WITA.

“Aplikasi Silon terkunci otomatis jika tahapan pendaftaran melewati waktu yang telah ditetapkan. Disisi lain, submit dari partai yang bersangkutan belum dilakukan,” jelasnya dihadapan Ketua Partai Buruh di Kantor KPU, Senin dinihari.

Senada diungkapkan oleh Kordinator Divisi Teknis Penyelenggara KPU Konawe Selatan, Asriani S.Kep Ns.

Asriani mengatakan KPU memberikan ruang perlakuan yang sama terhadap seluruh partai politik dalam tahapan ini.

Kata dia, pendaftaran sesungguhnya dapat dilakukan secara manual dengan sisa waktu pendaftaran yang ditentukan.

“Namun dokumen pendaftaran Bacaleg Partai Buruh tidak ada. Sehingga pemeriksaan apa yang harus kami lakukan,” ujar Asriani.

Sekretaris Partai Gelora Sulawesi Tenggara, Hermawan Lambotoe yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait alasan Partai Gelora Konawe Selatan tak mendaftarkan Bacalegnya tak dijawab.

Sementara Sekretaris Partai Buruh, Irwan, dengan kejadian itu menganggap bagian dari teknis yang perlu ditolerir.

“Karena pas submit habis waktu. Ini ibarat bayi yang sudah lahir. Sudah lahir setengah habis waktu. Akhirnya mati ditengah. Kalau ada upaya menyelamatkan maka selamatlah,” ungkap Irwan menganalogi.

Irwan mengaku ketentuan yang dipersyaratkan telah dipenuhi. “Dengan kejadian ini, tentu kami menunggu arahan dari provinsi. Karena kita ketahui Partai Buruh adalah partai gerakan. Kami akan mengkonsolidasikan persoalan teknis ini ke DPP,” ujarnya. (RED/SAC)