Penamatan Taman Kanak-Kanak dan Santri Rumah Quran Yayasan Embun Pagi yang terletak di Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan akhir tahun ajaran lalu.

KONSEL (SULTRAAKTUAL.COM) – Salam embun pagi. Slogan ini cukup familiar telah digaungkan pendiri sebuah yayasan bernuansa islami yang letaknya di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Yah, namanya Yayasan Embun Pagi. Sebuah yayasan yang digagas lima tahun lalu di Desa Wonua Sangia Kecamatan Landono.

Yayasan ini didirikan dari gagasan oleh seorang birokrat Konawe Selatan, Pujiono SH MH yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Konawe Selatan.

Saat ditemui Pendiri Yayasan Embun Pagi, Pujiono mengaku sudah lama memiliki cita-cita membangun yayasan yang dapat memberikan manfaat untuk masyarakat dan anak-anak usia belajar.

“Adanya Yayasan Embun Pagi ini sudah lama kami cita-citakan. Supaya kami bisa memberikan manfaat untuk masyarakat begitu juga pengalaman berbagi ke masyarakat,” ujar Pujiono.

Dengan tekad kuat dan selalu terkendala pendanaan dalam pembangunannya, Yayasan Embun Pagi resmi berdiri 2019 lalu.

Menurut Pujiono, pembangunan Yayasan Embun Pagi tak lepas dari dukungan masyarakat dan donatur yang secara sukarela. Baik mewakafkan tanah maupun bantuan materi.

Pujiono berkisah, awal mula merintis pembangunan Yayasan Embun Pagi, dirinya sempat kepikiran menjual kendaraan roda dua (motor) miliknya. Motor yang penuh story atau kenangan katanya.

“Awalnya saya jual motor saya untuk membangun pondasi yayasan. Setelah bertemu pembeli sepakat diberikan uang dari penjualan motor. Tetapi duitnya dari pembeli saya terima, motornya juga dikembalikan ke saya. Alhamdulillah berkat itu saya membangun pondasi yayasan ini,” cerita Pujiono.

Pembangunan yayasan ini dibangun dengan penuh cinta, kasih dan ikhlas semata-mata Ridho Allah Subhanna Wata’ala. “Berkat itu pembangunan Yayasan Embun Pagi dimudahkan,” ungkap Pujiono.

Kata dia, Yayasan Embun Pagi bukan saja konsen dibidang pendidikan, hafalan Qur’an melainkan aktif dibidang sosial.

Misalnya saja saat covid melanda, Yayasan Embun Pagi berperan aktif memberikan bantuan sembilan bahan pokok dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat.

“Saat ini Yayasan Embun Pagi terdiri dari TK Islam, Sekolah Dasar Embun Pagi dan rumah Tahfidz (penghafal Qur’an,” terang Pujiono.

Arealnya pun semakin luas. Sebelumnya berlokasi di Desa Wonua Sangia, kini telah dibangun pondok dan masjid di Desa Morini Mulya Kecamatan Landono.

Saat ini, telah terbangun tiga Ruang Kelas Belajar (RKB) dari enam orang masyarakat yang rela mewakafkan tanahnya demi investasi akhirat ini.

Di Yayasan Embun Pagi, santrinya dididik oleh tenaga pengajar profesional. “Bahkan satu kelas Santri dididik dua sampai tiga orang guru. Dengan konsep full day,” papar Pujiono.

Lima tahun berdiri, tercatat di Yayasan Embun Pagi telah memiliki 110 orang santri dan alumni.

Sembari terus menyiapkan perluasan pembangunan, Pujiono mengatakan terus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Yayasan Embun Pagi.

Taman Kanak-Kanak Yayasan Embun Pagi yang lima tahun berdiri ini, telah mendapat akreditasi B yang kedepannya terus ditingkatkan. Salam Embun Pagi. (RED/SAC)